KASUS PENGANIAYAAN ISTRI SAH: KORBAN LAPOR POLISI, MENGALAMI TRAUMA HINGGA DIOPNAME; PELAKU DAN SUAMI DUDUGA BERSEKONGKOLI

Terkini 27 May 2026 16:20 4 min read 38 views By M.Yusuf

Share berita ini

KASUS PENGANIAYAAN ISTRI SAH: KORBAN LAPOR POLISI, MENGALAMI TRAUMA HINGGA DIOPNAME; PELAKU DAN SUAMI DUDUGA BERSEKONGKOLI
KASUS PENGANIAYAAN ISTRI SAH: KORBAN LAPOR POLISI, MENGALAMI TRAUMA HINGGA DIOPNAME; PELAKU DAN SUAMI DUDUGA BERSEKONGKOLI

RRRNews.my.id || ACEH TENGAH – Kisah pilu sekaligus memicu kemarahan publik semakin berkembang di Kabupaten Aceh Tengah. Seorang istri sah yang harus banting tulang sendirian menghidupi dan membesarkan tiga orang anaknya, kini resmi melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke pihak kepolisian. Ia dipukuli dan dianiaya di pinggir jalan raya oleh seorang perempuan bernama Sutrina Dewi. Peristiwa bermula hanya karena sang istri berani menagih hak nafkah dan hak komunikasi anak-anak yang telah ditelantarkan oleh suaminya, Ardian, selama hampir dua tahun lamanya.

 

Insiden kejadian berlangsung pada hari Minggu pagi, tepatnya pukul 10.10 WIB. Saat itu, korban baru saja selesai berbelanja kebutuhan dapur di Pasar Paya Ilang dan sedang melaju pulang menuju kediamannya. Di tengah perjalanan, ponsel korban bergetar tanda ada panggilan masuk. Karena ingin mengangkat telepon dengan aman dan tidak membahayakan diri di tengah padatnya lalu lintas, korban pun menepikan kendaraannya ke pinggir jalan dan berhenti sejenak.

 

Belum sempat percakapan usai, Sutrina Dewi tiba-tiba datang dan memulai perselisihan. Suasana memanas saat korban menagih haknya sebagai istri sah, namun bukannya menerima, Sutrina justru bereaksi kasar, mengaku telah menikah dengan Ardian, dan mengusir korban. Emosi memuncak hingga terjadi penganiayaan fisik yang dilakukan Sutrina secara beringas.

 

Korban Alami Trauma Berat Hingga Dirawat

 Menurut keterangan korban yang diperoleh media ini, dampak dari penyerangan itu sangat parah. Ia tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga gangguan kesehatan serius hingga harus mendapatkan penanganan medis intensif.

 

"Saya sempat pingsan dan harus dirawat (diopname) akibat penyerangan kejam yang saya alami waktu itu. Saya tegaskan, saat kejadian saya hanya membela diri demi keselamatan nyawa saya, dan sama sekali tidak berniat melukai dia. Kalau ada luka di dia, itu murni karena saya berusaha melepaskan diri agar tidak celaka. Karena itu, saya pun melaporkan dia ke polisi, supaya jelas dan terbukti siapa sebenarnya yang duluan melakukan penganiayaan dan kejahatan," tegas korban dengan suara bergetar menahan sakit dan amarah.

 

Resmi Lapor Polisi, Nomor LP Sudah Terbit

 

Tak terima atas perlakuan yang diterima, korban pun melaporkan kasus tersebut ke Polres Aceh Tengah. Laporan resmi telah tercatat dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/82/V/2026/SPKT/POLRES ACEH TENGAH/POLDA ACEH, tertanggal 26 Mei 2026. Langkah hukum ini diambil untuk menuntut keadilan, sekaligus membuktikan bahwa tindakan sewenang-wenang dan kekerasan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

 

Bukti Kuat Hubungan Sutrina dan Ardian

 

Korban juga mengungkapkan fakta baru yang semakin memperkuat dugaan bahwa hubungan antara Sutrina Dewi dan suaminya, Ardian, masih sangat erat dan terjalin diam-diam, bertolak belakang dengan klaim bahwa mereka sudah tidak ada hubungan.

 

"Kalau mereka bilang sudah tidak ada hubungan, untuk apa Ardian datang bergegas ke Rumah Sakit Datu Beru Takengon saat Sutrina ada di sana? Jelas sekali dia datang ke sana. Buat apa dia begitu cemas dan khawatir berlebihan terhadap keadaan Sutrina kalau memang sudah tidak ada urusan? Itu bukti nyata di depan mata," ungkap korban menyindir pernyataan pembelaan diri pihak Sutrina.

 

Korban meyakini bahwa keduanya sedang berkomplot dan bermain di belakang layar untuk mengelabui banyak pihak. "Sutrina dan Ardian ini sedang bermain sandiwara di belakang layar. Wajar sekali kalau dia berani bertindak semena-mena terang-terangan, karena dia merasa dilindungi dan didukung oleh Ardian. Tidak mungkin dia seberani itu kalau tidak ada persekongkolan," tambahnya.

 

Korban bertekad tidak akan berhenti sampai di sini. Ia berjanji akan terus menguak semua fakta dan hal-hal yang selama ini disembunyikan oleh pasangan tersebut, terutama yang berkaitan dengan hak-hak anak dan kewajiban seorang ayah.

 

"Saya akan terus cari tahu dan buka semuanya, apa saja yang selama ini mereka lakukan diam-diam. Saya melakukan ini bukan untuk balas dendam pribadi, tapi karena selama ini saya sangat dirugikan, dan yang paling utama, ketiga anak saya telah ditelantarkan hak hidup dan masa depannya hampir dua tahun ini. Saya ingin keadilan dan kejelasan hukum," tutup korban.

 

Kasus ini kini sedang dalam penanganan pihak kepolisian. Masyarakat pun berharap aparat hukum dapat mengusut tuntas peristiwa ini, mengingat posisi korban yang sangat rentan sebagai istri sah yang berjuang sendirian demi anak-anaknya,

Radar Rimba Raya News.my.id

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp